https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

SEDEKAH BUMI : TRADISI SYUKURAN KEPADA ALAM DI RT.03 RW.04 DESA LANDOH KECAMATAN SULANG KABUPATEN REMBANG PROVINSI JAWA TENGAH

https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

GLOBALNet.Asia – REMBANG, (19/4/2026) Sedekah bumi merupakan salah satu tradisi leluhur yang masih dilestarikan oleh masyarakat RT.03 RW. 04 Desa Landoh Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah. Acara ini digelar setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan hasil bumi yang melimpah. Bukan hanya sekadar ritual, sedekah bumi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar masyarakat dan untuk menjaga kelestarian adat budaya setempat.

Prosesi dimulai dari sesepuh desa yang memanjatkan doa-doa keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Di temui terpisah, Teguh Saputro selaku Ketua RT.03 RW.04 Desa Landoh mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan alam. Warga percaya bahwa tanah yang mereka pijak dan air yang mereka gunakan sehari-hari adalah anugerah yang harus dijaga dan disyukuri. Doa bersama ini disertai dengan persembahan hasil bumi seperti padi, sayuran, dan buah-buahan sebagai simbol rasa syukur dan harapan atas kesuburan tanah.

Setelah prosesi doa, dilanjutkan dengan syukuran bersama Seluruh warga dan menikmati berbagai hidangan khas Desa di Musholla setempat. Salah satu hidangan makanan tradisional yang paling dinantikan adalah dumbeg, yaitu olahan tepung beras dan gula Jawa yang di bungkus dengan loyang atau daun lontar.
Tidak hanya itu, acara sedekah bumi di RT 03 RW 04 Desa Landoh di hadiri seluruh warga desa setempat Mereka datang dengan membawa hasil bumi sebagai bentuk persembahan dan rasa syukur.

Puncak acara sedekah bumi diisi dengan pagelaran sandiwara ketoprak Gilar Tri Budhoyo dari kabupaten Blora mustika siang malam. Pagelaran ini menjadi hiburan sekaligus sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat. Cerita-cerita sandiwara ketoprak yang dibawakan sarat dengan nilai-nilai kehidupan yang mengajarkan kebijaksanaan, rasa syukur, dan pentingnya menjaga keharmonisan dalam hidup.

Menurut sesepuh desa, tradisi sedekah bumi telah berlangsung selama ratusan tahun dan tetap dijaga hingga kini sebagai warisan budaya leluhur. Kegiatan ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga pengingat bagi setiap warga akan pentingnya hidup selaras dengan alam. Mereka percaya bahwa dengan menjaga alam dan menghormatinya, hasil bumi akan selalu melimpah dan kehidupan akan menjadi tentram, aman dan damai.

Tradisi ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendatang yang ingin menyaksikan langsung prosesi adat penuh kearifan lokal. Masyarakat RT.03 RW.04 Desa Landoh menyambut dengan hangat siapa saja yang ingin ikut serta dalam prosesi tersebut. Semangat gotong royong dan kebersamaan sangat terasa selama berlangsungnya acara sedekah bumi

Sedekah bumi di Desa Landoh bukan hanya sekadar perayaan tahunan, tetapi juga warisan budaya yang mengandung filosofi mendalam tentang rasa syukur, kebersamaan, dan keharmonisan dengan alam. Di tengah arus modernisasi, tradisi ini tetap bertahan dan menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai luhur leluhur masih relevan hingga kini. Semoga tradisi sedekah bumi di Desa Landoh terus lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang sebagai warisan budaya yang tak ternilai harganya.

Acara diakhiri dengan doa penutup yang dipanjatkan oleh sesepuh desa, disertai harapan agar Desa Landoh senantiasa diberkahi kesuburan tanah, kemakmuran, dan kehidupan yang harmonis. Sedekah bumi menjadi bukti nyata betapa pentingnya menjaga tradisi, bersyukur atas anugerah Tuhan, dan hidup selaras dengan alam serta sesama manusia.

(KUWAT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *