https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

Insiden Dugaan Adanya Ulat Menu MBG SMK Garuda Nusantara Karangawen, Ini Penjelasan Adminnya

https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

Globalnet.Asia

Demak Jawa Tengah

‎Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermitra dengan SMK Garuda Nusantara Karangawen, Kabupaten Demak, dugaan adanya ulat yang berada di Makanan Bergizi Gratis, kemarin hari Kamis 12 Februari 2026, admin SPPG memberikan pernyataan resmi terkait video viral yang memperlihatkan temuan ulat dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke sekolah tersebut.

‎Setelah adanya pemberitaan mengenai itu, insiden tersebut menjadi viral melalui unggahan vidio di media sosial, yayasan 2 Muji Sari Wono Sekar, Annas sebagai admin SPPG melakukan klafifikasi langsung ke pihak SMK Garuda Nusantara bersama tim awak media dan anggota dari koramil.

‎Dalam klarifikasi Annas MBG menyatakan, bahwa MBG yang dikonsumsi siswa SMK Garuda Nusanta ra berasal dari pihak SPPG 2 yayasan Muji Kari Kami, dan dari pihak kami tidak ada kesengajaan. Dengan viralnya vidio tersebut, kami selaku penanggung jawab di SPPG meminta maaf sebesar besarnya.” Ungkap terang Annas admin SPPG

‎Dan saat awak media mempertanyakan kepada korlap lapangan yang di tugaskan di SMK garuda nusantara untuk pengawasan dan pengaturan pembagian jatah murid mengatakan membenarkan vidio tersebut memang dari salah satu siswa SMK garuda nusantara. Dan kejadian tersebut spontan dan gak ada unsur kesengajaan dari siswa tersebut. Jadi kami dari perwakilan pihak sekolah sangat meyayangkan tentang adanya ulat yang berjalan sesuai narasi vidio tersebut. Dan setelah kejadian itu, salah satu siswa melaporkan pada awak media.

‎Dengan adanya kejadian tersebut kami awak media sekaligus penyambung lidah masyarakat lasung memberikan informasi kepada pengurus yayasan SPPG 2 Mujikari Wono Sekar. Kami berharap kepada pengurus SPPG tersebut untuk selalu menjaga kebersihan.

‎Untuk sekian kalinya MBG jadi soratan di media sosial. Dengan tidak menghiraukan kebersihan menjadi berbincangan di berbagai lingkungan masyarakat bahwa SPPG tersebut hanya menjadi ajang bisnis oleh mereka yang mengharap keuntungan besar dalam program yang telah di terapkan oleh pemerintah. Tapi sampai saat ini berita yang telah mencuat di berbagai media belum ada tindakan dari pengelola SPPG dan seolah olah tutup mata dan gak ada rasa kekewatiran sedikitpun.
‎Dari keterangan anas dia hanya menyampaikan kepada awak media semua kejadia viral nya vidio ini telah di ambil alih mitranya yang akan meyeselasikan dengan caranya sendiri.

‎Dan kami berharap kepada intansi terkait agar ada tindakan tegas ,jadi tidak terulang lagi kejadian yang serupa ,karna dari informasi di lapangan semua pengurus termasuk mitra SPPG terlalu menganggap permasalahan ini kecil dan dapat di atasi mudah….?

( team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *