Pati Jawa Tengah.
Dari Sabang sampai Merauke peristiwa 13 Agustus 2025 yang terjadi di Kabupaten Pati adalah sebagai momen yang tidak akan terlupakan. Khususnya untuk masyarakat Pati sendiri. Dimana tidak,?!
Karena dimana dihari itu, tanggal 13 Agustus 2025 itu warga masyarakat Pati berbondong-bondong antusias bersolidaritas menyuarakan unek-unek isi hatinya yang selama ini tidak ada yang berani dan melawan oknum Pejabat yang diduga dzolim. Dengan warga Pati yang Solid dengan hati nurani mereka bersatu melawan Pejabat-pejabat yang menindas rakyat.
Dan dihari itu juga warga masyarakat merasakan pedih dan perihnya bahkan nyawa sebagai taruhannya. Dihari itu juga banyak korban berjatuhan, bahkan anak-anak kecil tidak gentar dibawa oleh orang tua mereka untuk memenuhi undangan Bupati tersebut.
” Hati kami nangis, Pejabat Nomor 1 (Bupati) tidak menghiraukan keselamatan warga masyarakatnya, bagaimana tidak, coba dari awal menemui tamu yang diundangnya kemungkinan tidak akan terjadi kericuhan antara Pak Polisi dan rakyat. Cuma mementingkan keselamatan dirinya sendiri.
Giliran dirinya mau keluar, suasana sudah genting dan ricuh, mana mungkin ratusan tamunya/pendemo dapat direda. Akibat itu semua yang menjadi korban adalah rakyat dan para APH. Para Pejabat-pejabat Pemerintahan tersebut tidak ada yang nongol tidak melihat dan merasakan apa yang dirasakan oleh rakyatnya.” Tutur banyak masyarakat saat itu
Mereka menjadi Pejabat dengan berpakaian rapi itu semua kehendak rakyat. Namun kenyataan itu Zoonk. Kata-kata Menyejahterakan rakyat itu hanya omon-omon saja, hanya memperkaya diri dan untuk perutnya sendiri.” tambah kata-kata warga dengan gemas
Mereka berharap setelah terjadinya peristiwa 13 Agustus tepatnya di Bulan Kemerdekaan, keinginan warga masyarakat Kabupaten tercapai dan terkabul, sehingga Kabupaten Pati tercipta kembali keadaan yang aman, nyaman dan sejahtera. Kami tidak mau banyak masyarakat lagi yang menjadi korban dari oknum Pejabat-pejabat yang tidak bertanggungjawab.
Dan semoga Pemimpin-pemimpin yang Atas (Bapak Presiden, Bapak Gubernur Jateng) bijak dalam memberikan keputusan, karena ini semua menyangkut kehidupan, keselamatan warga masyarakat Pati.
Mulutmu Adalah Harimaumu. Pepatah mengatakan” Kau Yang Menyalakan Dan Kaulah Yang Mematikan”.
( team)














