
Pati – MTsN 1 Pati kembali mengukir tinta emas di kancah nasional lewat rentetan prestasi gemilang para siswanya. Prestasi ini diraih dari dua ajang yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan ternama di Indonesia.
Pertama, Inception Science Project Olympiad (InSPO) 2026 yang dihelat oleh MAN Insan Cendekia Pekalongan. Kedua, MAPK Fair 2026 yang digelar MAN Program Keagamaan Surakarta dan berhasil menempatkan siswa MTsN 1 Pati sebagai jawara di bidang seni, sastra, dan bahasa.
Pada ajang InSPO 2026, medali emas diraih oleh Naufal Alfariqo Herbiana dan Alphardio Nedavian Wibowo di bidang Matematika, serta Siyada Fela Suffah di bidang Sosial. Di bidang Sains, Najwa Izzatinnisa Herawan menyumbangkan medali perak dan David Mulia Putra mempersembahkan medali perunggu.
Prestasi tingkat nasional ini semakin lengkap dengan kemenangan para siswa dalam ajang MAPK Fair 2026. Hasya Nathania Hasby sukses meraih Juara 1 pada cabang Lomba Cerpen, disusul oleh Dara Raudhotul Jannah yang juga keluar sebagai Juara 1 dalam ajang Cover Song.
Tidak ketinggalan, Safira Nabillah Putri turut mengharumkan nama madrasah setelah berhasil meraih Juara Harapan Kedua pada kategori English Speech.
Melihat keberhasilan para siswanya, Wahyu Hidayat, Kepala MTsN 1 Pati menyampaikan rasa bangga yang mendalam. Menurutnya, torehan prestasi ini menunjukkan bahwa anak didiknya tidak hanya unggul dalam penguasaan sains, tetapi juga memiliki kepekaan literasi dan estetika yang luar biasa.
“Terima kasih atas segala dedikasi, kedisiplinan, dan pantang menyerah yang telah dikerahkan. Hasil gemilang ini menegaskan bahwa perjuangan yang konsisten saat ini akan membawa kesuksesan esok hari,” ujar Wahyu, Minggu (30/8).
Fela mengungkapkan bahwa kunci kesuksesannya terletak pada konsistensi belajar, doa, kerja keras, serta sikap pantang menyerah.
“Ketika belum menjadi juara bukan berarti tidak bisa, harus tetap semangat dan selalu optimis,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fela mengapresiasi peran madrasah yang sangat luar biasa, terutama dari para guru pembimbing yang telaten dan memberikan pendampingan penuh serta tanpa kenal lelah di setiap event perlombaan.
“Target dan impian terbesar saya kedepannya adalah bisa mengikuti sekaligus menjadi juara di ajang OMI dan OSN,” harapnya.
Di sisi lain, Hasya, sang jawara cerpen, menceritakan dalam karyanya yang berjudul “Hak Terakhir Seorang Manusia,” ia menuangkan ide yang bersumber dari mimpinya serta selaras dengan tema perlombaan.
“Pada dasarnya menulis itu adalah hobi saya, jadi pada saat saya diberi kesempatan untuk menyalurkan bakat saya, ada rasa senang dan bangga, karena pada akhirnya, hal yang awalnya hanya menjadi hobi saya, akhirnya bisa menjadi prestasi yang tentunya sangat berkesan bagi saya,” terang Hasya.
Ia mengaku bahwa proses penulisan cerpen yang ditekuninya tidak lepas dari berbagai hambatan. Menurutnya, tantangan terbesar yang sering ia hadapi adalah mengalami kebuntuan ide di tengah proses penulisan, sementara produktivitas menulis tidak bisa selalu bergantung pada suasana hati.
“Kendati demikian, saya tetap berusaha untuk konsisten menulis dan mencari inspirasi agar cerita yang saya buat bisa tetap terselesaikan dengan baik,” ucap Hasya.
(humas_mtsn1pati)














