https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

TEROR WARTAWAN DI JAMBI! Diburu 50 Motor, Disabet Besi Saat Liputan Illegal Drilling — Negara Kalah oleh Mafia Migas?

https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

Batang Hari, 26 April 2026 – Aksi brutal dan mencekam menimpa dua jurnalis Global Investigasi News, Wan Subur dan Ujang, saat menjalankan tugas peliputan aktivitas illegal drilling di Bungku, Bahar Unit 15, Jambi.

Keduanya diduga diserang oleh sopir angkutan minyak ilegal yang bertindak layaknya “koboi jalanan”. Dengan menggunakan tongkat besi, pelaku menyerang secara membabi buta. Ujang mengalami memar di siku tangan kanan akibat menangkis sabetan, sementara Wan Subur terluka di bagian lutut dan mengalami trauma psikis setelah dikejar dalam kondisi penuh ancaman.

Namun teror tidak berhenti di situ.

Setelah berhasil menyelamatkan diri dari serangan awal, kedua wartawan justru kembali diburu. Pelaku disebut mengerahkan massa dalam jumlah besar.

> “Lebih dari 50 sepeda motor mengejar kami. Ini bukan lagi intimidasi, ini perburuan,” ungkap Ujang.

 

Situasi semakin memprihatinkan ketika di lokasi kejadian disebut terdapat aparat yang tidak melakukan tindakan pencegahan.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar: apakah negara kalah oleh mafia minyak ilegal?

Pihak Global Investigasi News menyatakan akan membawa kasus ini ke ranah hukum dan melaporkannya ke Polda Jambi. Mereka juga mengaku telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam jaringan illegal drilling, termasuk dugaan adanya oknum aparat sebagai pelindung.

> “Kami tidak akan mundur. Ini sudah menyangkut keselamatan jurnalis dan marwah hukum. Jika dibiarkan, ini preseden buruk bagi kebebasan pers di Indonesia,” tegas Kaperwil Jambi.

 

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi penegakan hukum di daerah. Di saat jurnalis menjalankan fungsi kontrol sosial, justru nyawa mereka terancam oleh praktik ilegal yang diduga kuat dilindungi oleh kekuatan tertentu.

Jika tidak ada tindakan tegas, bukan tidak mungkin kekerasan terhadap wartawan akan terus berulang—dan hukum hanya menjadi simbol tanpa taring.

Apakah aparat akan bertindak, atau kembali diam?

(Tim Global Investigasi News Jambi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *