Globalnet.asia – Nama Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S. Deyang mendadak menjadi sorotan nasional setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Dadan Hindayana. Penunjukan tersebut dilakukan di tengah sorotan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kasus hukum yang menjerat sejumlah mantan petinggi BGN.
Namun tak banyak yang mengetahui, sebelum menduduki berbagai jabatan strategis di pemerintahan, Nanik justru mengawali kariernya dari dunia jurnalistik.
Berawal dari Wartawan Kompas Gramedia
Nanik lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Karier profesionalnya dimulai sebagai wartawati di Tabloid Bangkit, salah satu media yang berada di bawah naungan Kelompok Kompas Gramedia. Beberapa sumber juga menyebut ia memulai kiprahnya sebagai jurnalis Persda-Kompas pada akhir 1980-an.
Pengalaman di ruang redaksi menjadi fondasi yang membentuk kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan jejaring luas yang kemudian membawanya ke berbagai posisi penting di industri media nasional.
Pernah Pimpin Sejumlah Media Nasional
Setelah berkarier sebagai wartawan, Nanik berkembang menjadi pimpinan media. Ia tercatat pernah memimpin berbagai media di bawah Kelompok Media Peluang (KMP), seperti Majalah Femme, Tabloid Info Kecantikan, Info Kuliner, The Politic, hingga Indonesia Business Today. Ia juga pernah berkiprah di MNC Group dan sejumlah perusahaan media lainnya.
Rekam jejak panjang di industri media membuat Nanik dikenal sebagai sosok yang berpengalaman dalam manajemen organisasi, komunikasi publik, serta pengelolaan isu-isu strategis.
Dari Politik hingga Pemerintahan
Karier Nanik kemudian merambah dunia politik dan pemerintahan. Namanya sempat dikenal sebagai bagian dari Tim Pemenangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. Setelah Prabowo menjadi Presiden, Nanik dipercaya menjabat Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional pada 2025.
Selain itu, ia juga pernah dipercaya sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), menunjukkan kiprahnya tidak hanya di sektor pemerintahan tetapi juga BUMN strategis.
Tantangan Besar di Badan Gizi Nasional
Kini, Nanik menghadapi tantangan besar sebagai nahkoda baru BGN. Ia memimpin lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo yang menyasar jutaan anak Indonesia.
Dengan latar belakang sebagai wartawan, pemimpin media, pejabat pemerintah, hingga komisaris BUMN, Nanik membawa pengalaman yang cukup beragam untuk menghadapi tantangan tersebut.
Perjalanan Nanik S. Deyang menjadi bukti bahwa dunia jurnalistik kerap melahirkan figur-figur yang mampu berkiprah lebih luas. Dari memburu berita di lapangan, kini ia dipercaya mengawal salah satu program strategis nasional yang menyangkut masa depan generasi Indonesia.
(*)














