Pati, Jawa Tengah-Globalnet.asia
Beberapa gabungan Ormas, Lembaga, LSM dan para insan Pers yang berada di Kabupaten Pati pada hari Jum’at tanggal 7 Januari sekira pukul 09:00 mendatangi kantor Dispermades Pati, guna melakukan unjuk rasa serta mengecam keras ucapan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto yang mengatakan, bahwa wartawan bodrex dan LSM telah mengganggu kinerja Kepala Desa.
Dengan peristiwa tersebut salah satunya Ketua Ormas Mantra, Yayak Gundul pada saat unjuk rasa menyampaikan kekecewaan terhadap Menteri Desa mencederai subpremasi hukum, dan sangat melukai hati nurani profesi Wartawan dan LSM di seluruh Indonisia. Menteri Desa yang baru perlu mengecek bawahannya apakah Kepala Desa sudah bekerja dengan benar sesuai aturan dalam mengelola Dana Desa (DD).” Papar Yayak saat unjuk rasa
Selain itu, Yayak Gundul mengecam dan menuntut kepada para Kepala Desa yang terbukti menjadi penjahat Dana Desa dirinya tidak segan-segan untuk turun jalan.
Dan untuk para inzan Pers jangan takut dan berani untuk memberitakan apa yang terjadi.
Dalam hal itu, Yayak Gundul juga meminta kepada pihak APH Polresta Pati, Kejari untuk tegas dalam menangani apabila menemukan Kepala Desa yang benar-benar terbukti melakukan kejahatan untuk diadili.
Yayak juga meminta agar menteri Yandri bisa segera meminta maaf. Pasalnya perkataan tersebut sangat menghina profesi LSM dan Media.” Tambahnya
Sementara itu, Plt Kepala Dispermades Pati Tri Haryana yang menemui massa bakal menyampaikan aspirasi para demonstran. Melalui aksi ini juga, Tri berharap menteri Yandri bisa mendengar tuntutan dan apa yang disampaikan oleh massa.” Tutur Tri
“Semoga apa saja yang menjadi tuntut pada saat ini didengarkan oleh Pak Menteri Desa.” Tandasnya
Acara unjuk rasa berjalan aman dan lancar.
( Red)














