https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

Edukasi Obat dan Makanan Aman Digelar di Kutawaluya, Putih Sari Tekankan Kesadaran Konsumen

https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

Globatnetasia.com | KARAWANG – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama tokoh masyarakat sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang sadar dalam memilih obat dan makanan yang aman serta bermutu.

Acara tersebut berlangsung di GOR Al-Fikri, Dusun Kedungmundu, Desa Kutakarya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, pada Kamis (14/11/2025).

 

Acara di hadiri Tim Badan Pengawasan Obat dan Makan ( Badan POM ) pusat Jakarta, Ari Novianti NB, S.P (Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat BPOM.), Wiwi Hartuti, S.Farm. Apt. M.Si (Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya) , Rival Kanit Intel Polsek Rengas Dengklok, Aipda Kades Kutakarya H.Hendrik Damara, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat sekitar.

 

 

Kepala Desa Kuta Karya H. Hendrik Damara menyampaikan pesan dalam sambutnya dan di awali mengucapkan salam kebangsaan.

 

“Kami ucapkan terimakasih dan selamat Datang kepada tim Badan POM pusat dan Dewan DPR-RI Ibu Putih Sari,semoga dengan diadakannya forum komunikasi, informasi dan edukasi bisa bermanfaat bagi masyarakat saya khususnya.” Pungkas Kades Hendrik.

 

 

 

Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI, Drg. Putih Sari, menegaskan pentingnya memperhatikan apa yang digunakan maupun dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

“Salah satu minuman yang menjadi tradisi dan budaya kita adalah jamu. Kesehatan merupakan bidang yang menjadi tugas Komisi IX DPR-RI. Kami memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan kesehatan masyarakat Indonesia tetap terjaga,” tegas Putih Sari.

 

Peran serta masyarakat menjadi hal penting untuk mengurangi penggunaan makanan dan minuman yang membahayakan kesehatan.masyarakat harus mengecek terlebih dahulu produk yang akan di gunakan.

 

“Melalui kegiatan KIE ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih cermat dan kritis dalam memilih obat serta produk pangan. Keamanan dan mutu produk harus menjadi perhatian utama demi melindungi kesehatan keluarga,” ujar drg. Putih Sari.

 

 

 

Perwakilan Badan POM, Ari Novianti NB, S.P memaparkan pentingnya memahami penggunaan kosmetik yang aman.

“Apa itu kosmetik? Kosmetik adalah produk yang digunakan pada bagian luar tubuh manusia. Saat memilih produk, pastikan kemasannya dalam kondisi baik, periksa label dan informasi pada kemasan, cek tanggal kedaluwarsa, dan yang terpenting pastikan nomor izin edarnya jelas,” ujar Ari

 

 

Adapun bahan yang membahayakan kesehatan yakni kandungan merkuri karena bahan ini mengandung racun, merkuri biasa di gunakan di lipstik, pemutih kulit.

 

 

 

“Efek samping dari penggunaan kosmetik yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti iritasi kulit, alergi, hingga kerusakan kulit jangka panjang.”

 

 

“Kami terus berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat terkait cara mengenali obat dan makanan yang aman, termasuk memperhatikan izin edar, kemasan, label, dan tanggal kedaluwarsa,” jelas perwakilan Badan POM.

 

 

 

Di tempat yang sama, Wiwi Hartuti, S.Farm., Apt., M.Si, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya, menjelaskan mengenai kode dan fitur BPOM yang terdapat pada kemasan produk.

“Unduh dan instal aplikasi BPOM Mobile untuk memastikan keamanan produk. Jika barcode BPOM tidak ditemukan pada kemasan, Anda dapat memasukkan nomor NIE secara manual untuk mengecek legalitasnya,” jelas Wiwi.

 

 

 

 

(*/Red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *