
Pati – Guna memberikan situasi kamtibmas yang sejuk dan kondusif dalam rangka penguatan karakter siswa, Kapolsek Wedarijaksa bersama anggota menghadiri dan mengikuti kegiatan upacara di sekolah.
Kegiatan yang digelar SMA Yanbuul Qur,an Pati dilapangan sekolah dengan diikuti dari Kepala Sekolah, Dewan Guru dan seluruh santri pada hari Senin 3 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Wedarijaksa dihadapan para santri dan guru menyampaikan tentang pentingnya sebuah adab dan aklak harus lebih tinggi daripada ilmu, karena hal itu digunakan untuk membangun peradaban.
Dengan semua itu dilaksanakan, Kapolsek AKP Suntoro kembali menjelaskan, dapat menjadikan rasa aman, nyaman dan tentram, sehingga siswa diharapkan turut serta menyumbangkan ketertiban dengan tidak membuat keonaran, tidak ada perkelahian, pencurian, vandalisme dan tutur kata sopan serta santun.” Ucap terang Kapolsek AKP Suntoro dalam giat
Selain itu, Dia berharap Fenomena Bullying di sekolah jangan ada lagi, jadi kalo ada teman siswa atau tetangga siswa atau saudara siswa yang melakukan bulying kepada temannya termasuk juga menggunakan motor dengan Knalpot broong,” Bilangin saja kalo itu sudah KUNO. Zaman sekarang sudah 4.0 yang menuju zaman 5.0.” Tambahnya
Untuk itu, Kapolsek meminta kepada para santri untuk berinovasi dan kreatifitas dalam membawa peradaban masa depan dan bukan lagi terlarut dalam hal-hal yg KUNO seperti Bulying dan Knalpot broong. Termasuk Tawuran itu adalah hal KUNO, tidak terlibatan dan ikut – ikutan dalam aksi unjukrasa atau demonstrasi sangat mengkhawatirkan.
Karena para santri itu mayoritas berada pada usia di bawah 18 tahun, yang mana pada tataran usia ini masih dalam tahap perkembangan psikologis.” Ucapnya kembali dihadapan guru dan para santri
Disamping itu, Dirinya menjelaskan kepada mereka tentang Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA), mengakui bahwa anak (di bawah 18 tahun) masih dalam tahap perkembangan fisik, mental, spiritual, dan sosial, yang menyebabkan anak belum memiliki kematangan.
Oleh karena itu, tindakan yang dilakukan anak, termasuk pelanggaran hukum, sering kali dipengaruhi oleh faktor emosi, kurangnya pertimbangan rasional jangka panjang, dan kerentanan terhadap hasutan/provokasi.
Maka dari itu, Dia berharap kembali agar para santri atau siswa hindari perbuatan yang merugikan dirisendiri, orang tua terurama pelanggaran hukum.” Tandas Kapolsek Suntoro menyampaikan dalam sosialisasi di giat upacara
Selama giat berlangsung aman dan lancar.
(Red)














