https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

Sosialisasi Mutu Pelayanan Kesehatan, Putih Sari Kumpulkan Nakes dan Masyarakat di Pondok Pesantren Nurussalam , Jayakerta

https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

GLOBALNET.ASIA | KARAWANG – Drg. Hj. Putih Sari, Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI Daerah Pemilihan Jawa Barat VII, bersama mitra kerja dari Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, menggelar Sosialisasi Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

 

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Futsal Ponpes Nurussalam, Desa Medang Asem, Kecamatan Jayakerta, pada Selasa siang (25/11/25), dan diikuti Pimpinan Pondok pesantren Nurussalam KH.Ujang Badrudin M.Pdi, Sekcam Kecamatan Jayakerta.

 

Acara sosialisasi ini juga mendapatkan perhatian besar dari para pemangku kepentingan di sektor kesehatan. Hadir dalam kegiatan tersebut:

 

Drg. Hj. Putih Sari, M.M. – Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI

 

Bayu Indra Wisnhu, S.Kom – Ketua Tim Kerja Dukungan Manajemen Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan, Ditjen Kesehatan Lanjutan

Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang:

dr. Dini Nurdianti Puspitasari, M.Epid – Administrator Kesehatan Ahli Madya

Selly Ayudia, SKM, MM – Administrator Kesehatan Ahli Muda

Rita Novitasari, SST – Administrator Kesehatan Ahli Pertama

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat:

Suprijatno Jonam, S.Kep., M.M – Administrator Kesehatan Ahli Muda

Annisa Nur’aini Suryono, A.Md.A.K. – Pengelola Layanan Kesehatan,

Dalam sambutannya, Putih Sari menekankan pentingnya peningkatan mutu layanan.

“Keselamatan pasien adalah prioritas utama dalam pelayanan kesehatan. Masyarakat berhak mendapat layanan yang aman dan bermutu. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan standar keselamatan pasien dapat diterapkan nyata di lapangan,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan bahwa Komisi IX DPR-RI bersama pemerintah terus memperkuat regulasi dan kolaborasi demi peningkatan mutu layanan kesehatan.

“Standar mutu harus diterapkan hingga ke fasilitas kesehatan paling dekat dengan masyarakat,” tegasnya.

 

Sementara itu, perwakilan Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan, Bayu Indra Wisnhu, S.Kom, menyampaikan bahwa peningkatan mutu layanan kesehatan membutuhkan komitmen seluruh pihak.

 

“Upaya peningkatan mutu tidak dapat berjalan tanpa sinergi. Tenaga kesehatan, pengelola fasilitas, dan masyarakat harus sejalan dalam memastikan keselamatan pasien,” ujarnya.

 

Ia berharap fasilitas kesehatan mampu menerapkan standar keselamatan pasien secara konsisten sehingga risiko kesalahan medis dapat diminimalkan dan kepercayaan masyarakat meningkat.

Kegiatan sosialisasi ini menunjukkan komitmen bersama antara Komisi IX, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, serta unsur pesantren untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih aman,

bermutu, dan berpihak pada masyarakat.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *