https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

Siap Tanggap, Dishub Pati Tindaklanjuti Viralnya Pemberitaan Jalan Rusak Di Desa Tanjungrejo

https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null;
brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 40;

Pati Jawa Tengah

Viralnya pemberitaan keluhan warga Tanjungrejo, Margoyoso terkait rusaknya jalan, kebisingan dan polusi udara dari tempat produksi beton, kini pihak Dishub (Dinas Perhubungan) Kab. Pati, siap tanggap dan datangi lokasi. Selasa 8 Juli 2025

Kedatangan mereka untuk melakukan sidak dan mengetahui keadaan jalan tersebut.

“Kami akan segera menindaklanjuti segera, namun kami punya pimpinan dan menunggu instruksi dari beliau.” paparnya kepada awak media saat di wawancarai di lokasi

Selain itu, menurut mereka, bahwa armada yang saat ini melintas melebihi kapasitas dari beban jalan, karena jalan tersebut merupakan jalan Kelas 3 (Tiga) dan armada tersebut sudah melanggar ketentuan.” Paparnya kembali

Untuk menggali informasi lainnya, Pegawai Dishub dan awak media selanjutnya mendatangi Kantor Kepala Desa setempat. Sesampainya di kantor baledesa kebetukan Kepala Desa dan perangkat sedang berkumpul. Selanjutnya kami melakukan perbincangan.

Kepala Desa Tanjungrejo menyampaikan hal tersebut, bahwa dari pihaknya tidak tahu menahui tentang SJB( Surya Jaya Beton), karena dirinya semenjak menjabat jadi Kades, Pabrik SJB itu sudah beroprasi dan menurut ijin-ijin lingkungan juga tidak mengetahui.” Ungkap Kades di aula kantor desa

Dengan adanya Kades tidak mengetahui, pihaknya mempertanyakan kepada Kadus, yang kebetulan Kadus tersebut tinggal di wilayah Lingkup Pabrik SJB. Dan menurut keterangan dari Kadus setempat, bahwa perijinan lingkungan sekitar tidak adanya ijin tertulis.” Ungkap Kadus menurut ingatannya

Dan dirinya memang benar-benar merasa terganggu, terganggu kenyaman dalam istirahat dan polusi udaranya. Kami orang kecil beraninya hanya ngmong di belakang, takut jika melawan orang kaya.’ Tambahnya kembali

Mudah-mudahan problem ini segera teratasi dan selanjutnya kami akan mengklarifikasi kepada pihak Pabrik SJB( Surya Jaya Beton).

Dan sebelumnya kami ( kades) pada hari Senin sudah memanggil orang kepercayaan Pabrik SJB ke Kantor Desa untuk dimintai keterangan namun pihaknya tidak memberikan jawaban dikarenakan tidak mengetahui.

Dan kami (Kades) belum berani menyampaikan apa-apa, karena pihaknya (Pemilik SJB) sedang melakukan Umroh.” Pungkas tandas Kepala desa menjelaskan
Bersambung………
( Team/ ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *