https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

Perkuat Perlindungan Anak Dari Kekerasan,LPKA Kutoarjo Gelar Technical Assistance Bersama PKBI Daerah Jawa Tengah

https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

PURWOREJO — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kutoarjo bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Jawa Tengah menyelenggarakan Technical Assistance (TA) Penyusunan Mekanisme Perlindungan Anak dan Pencegahan Kekerasan di LPKA pada 27–28 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pendidikan LPKA Kelas I Kutoarjo ini dilaksanakan selama dua hari sebagai upaya memperkuat mekanisme perlindungan anak serta mendorong terciptanya lingkungan pembinaan yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan.

Kegiatan diawali dengan sambutan Direktur Eksekutif Daerah PKBI Jawa Tengah, Elisabet S.A. Widyastuti, S.K.M., M.Kes., serta Kepala LPKA Kelas I Kutoarjo, Fery Berthoni. Dalam sambutannya, Kepala LPKA menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen dan koordinasi seluruh jajaran guna memastikan pemenuhan hak-hak Anak Binaan.

Kegiatan ini diikuti oleh 10 petugas LPKA Kelas I Kutoarjo dari Seksi Pembinaan, Perawatan, Registrasi, serta Pengawasan dan Penegakan Disiplin, dengan menghadirkan Nur Hasyim, M.A., sebagai narasumber.

Pada hari pertama, Selasa (27/10), kegiatan difokuskan pada pemahaman arah kebijakan nasional terkait pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak, penggalian praktik yang telah berjalan di lingkungan LPKA, serta identifikasi hambatan dan kebutuhan dukungan. Rangkaian kegiatan meliputi pengisian pre-test, pemaparan materi, diskusi lintas unit, pemetaan praktik di lapangan, hingga presentasi dan klarifikasi temuan sebagai bahan masukan dalam penyusunan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak di LPKA.

Memasuki hari kedua, Rabu (28/10), peserta melanjutkan pembahasan melalui peninjauan hasil pertemuan pertama dan penyempurnaan draf pedoman. Diskusi mencakup alur penanganan kekerasan, pembedaan mekanisme perlindungan anak dengan penegakan disiplin, serta kesiapan unit pelaksana teknis dari aspek sumber daya manusia, sarana dan prasarana, koordinasi antarunit, hingga jejaring rujukan. Simulasi dan uji penerapan draf pedoman turut dilaksanakan untuk menilai kesesuaiannya dengan kondisi serta kebutuhan nyata di lingkungan LPKA.

Berbagai masukan dari peserta kemudian dihimpun melalui diskusi dan validasi bersama sebagai bahan penyempurnaan draf pedoman. Kegiatan dilanjutkan dengan pengisian post-test dan refleksi untuk mengevaluasi pemahaman peserta, sebelum ditutup melalui penyampaian penutup oleh Direktur Eksekutif Daerah PKBI Jawa Tengah, Elisabet S.A. Widyastuti, dan Kepala LPKA Kelas I Kutoarjo, Fery Berthoni.

Melalui rangkaian Technical Assistance ini, LPKA Kelas I Kutoarjo bersama PKBI Daerah Jawa Tengah berharap penyusunan mekanisme perlindungan anak dapat semakin sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan di lapangan. Kolaborasi ini juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapan petugas untuk mencegah serta menangani kekerasan, sekaligus memastikan pemenuhan hak-hak Anak Binaan.

LPKA Kelas I Kutoarjo terus berkomitmen memperkuat perlindungan anak melalui peningkatan kapasitas petugas dan kolaborasi dengan berbagai pihak guna mewujudkan lingkungan pembinaan yang aman, humanis, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

(Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *