https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

Pendopo Pemerintahan Kab. Pati Geger Geden, Banyak Korban

https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

Pati Jawa Tengah

Berawal dari tuntutan kenaikan Pajak PBB P2 yang di sahkan oleh Bupati Pati Sudewo, kini warga masyarakat Pati gelar unjuk rasa/demo. Unjuk rasa digelar didepan Pendopo Kabupaten Pati tepatnya Alun- alun Simpang Lima Pati. Hal tersebut berjalan ricuh dan memanas. Rabu 13 Agustus 2025

Suasana Pendopo Pemerintah Kabupaten Pati terlihat waktu semakin siang para warga masyarakat yang melakukan demo tidak dapat menahan emosi, karena menurut pendemo pihak Bupati atau Bupati sendiri tidak berkenan menemui rakyatnya. Karena digelarnya demo tersebut merupakan upaya memenuhi undangannya (Yang mau demo silahkan, jangankan Lima ribu orang, Lima puluh ribu orang pun saya tak gentar),” Ucapan Bupati Sudewo yang viral saat ini

Dengan adanya hal tersebut, para pendemo memenuhi pagar Pendopo dan berusaha menerobos untuk masuk dan selanjutnya terjadilah kericuhan antara Pendemo dan para APH. Dan untuk menanggulangi terjadinya kericuhan pihak keamanan menyemprotkan Gas Air Mata dan terjadilah geger geden berjam- jam. Akibat dari itu semua banyak korban yang berjatuhan dan dilarikan Kerumah Sakit.

Digelarnya demo menurut keterangan dari para pendemo bukan hanya kenaikan PBB P2 dan kebijakan sekolah Lima (5) hari masuk sekolah, walaupun hal tersebut sudah dibatalkan, namun warga tetap menggelar demo untuk menuntut Bupati lengser dari jabatannya. Karena Perkataan Bupati Pati Sudewo terkesan menantang, Arogan.

Selain itu, menurut warga masyarakat Pati di gelarnya demo bukan hanya itu saja, ada hal lain diantaranya bangunan-bangunan yang masih bagus akan di bongkar, anggaran digunakan seenaknya saja. Dan hal itu juga membuat warga menjadi mangkel.

Dalam orasi para Pendemo melantunkan suara”Lengserkan Sudewo, Lenserkan Sudewo” dan terlihat memanggul sebuah Keranda bertuliskan, Selamat tinggal Sudewo.

Dengan adanya masyarakat Pati yang bersatu banyak apreasi dan dukungan dari berbagai kota/ Kabupaten tetangga. Baru pertama kali sejarah mengukir bahwa Warga Pati berani melawan Pejabat yang dzolim, semoga berawal dari Pati dapat ditiru di Kabupaten lain.

( Arie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *