PATI — Dugaan kecelakaan kerja yang disebut-sebut terjadi di sebuah pabrik di wilayah Juwana, Kabupaten Pati, kembali menjadi perhatian. Informasi mengenai adanya korban yang diduga meninggal dunia dalam insiden tersebut hingga kini masih menjadi sorotan dan tengah berupaya ditelusuri lebih lanjut.
Pembina APPI DPD Kabupaten Pati,Slamet Widodo SH (Om Bob)”. menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti melakukan penelusuran sampai informasi mengenai peristiwa tersebut memperoleh kejelasan.
Menurutnya, keselamatan dan perlindungan terhadap pekerja merupakan persoalan serius yang tidak boleh berhenti hanya pada munculnya informasi awal. Apabila benar terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban meninggal dunia, maka kronologi kejadian, penerapan K3, status korban sebagai pekerja, hingga proses pelaporan dan penanganannya perlu mendapatkan kejelasan dari pihak-pihak yang berwenang.
“Kami akan terus mengejar informasi ini sampai ada kejelasan. Kalau memang benar ada kecelakaan kerja dan ada korban meninggal, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang terang dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Om Bob.
APPI DPD Kabupaten Pati juga telah melayangkan surat konfirmasi kepada pihak terkait untuk meminta penjelasan mengenai dugaan kecelakaan tersebut.
Namun, sampai berita ini disusun, pihak perusahaan maupun instansi terkait di Kabupaten Pati yang telah dikirimi surat disebut belum memberikan jawaban atau respons resmi kepada anggota APPI DPD Kabupaten Pati.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena informasi mengenai kecelakaan kerja semestinya dapat ditelusuri melalui mekanisme pelaporan dan pemeriksaan yang berlaku. UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja mengatur kewajiban pengurus untuk melaporkan setiap kecelakaan yang terjadi di tempat kerja. Ketentuan tersebut kemudian diatur lebih lanjut melalui Permenaker No. 3 Tahun 1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan.
APPI DPD Kabupaten Pati mempertanyakan sejumlah hal, antara lain bagaimana kronologi sebenarnya, apakah kecelakaan tersebut telah dilaporkan kepada instansi ketenagakerjaan, bagaimana penerapan K3 di lokasi, serta bagaimana status dan hak korban apabila informasi mengenai meninggalnya seorang pekerja tersebut benar adanya.
Om Bob menegaskan, langkah penelusuran tersebut bukan dimaksudkan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan untuk mencari fakta dan memastikan adanya transparansi.
“Kami akan terus melakukan konfirmasi. Kami juga memberikan ruang kepada perusahaan dan instansi terkait untuk menyampaikan penjelasan secara resmi. Jangan sampai informasi yang beredar justru menimbulkan pertanyaan yang semakin besar karena tidak ada klarifikasi,” ujarnya.
APPI DPD Kabupaten Pati menyatakan akan terus melakukan penelusuran, termasuk meminta keterangan dari pihak perusahaan, instansi ketenagakerjaan, maupun pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.
Sampai adanya keterangan resmi dari pihak perusahaan dan instansi berwenang, informasi mengenai identitas korban, penyebab kecelakaan, serta dugaan adanya kelalaian masih perlu diverifikasi.
Publik kini menunggu jawaban: Apa sebenarnya yang terjadi di pabrik Juwana tersebut, dan bagaimana penanganan terhadap dugaan kecelakaan kerja yang disebut menelan korban jiwa?
Bersambung…….
( team investigasi)
Beranda
Uncategorized
"Om Bob" Akan Terus Kejar Dugaan Kecelakaan Kerja di Pabrik Juwana, APPI DPD Kabupaten Pati Pertanyakan Respons Perusahaan dan Instansi Terkait..?!
“Om Bob” Akan Terus Kejar Dugaan Kecelakaan Kerja di Pabrik Juwana, APPI DPD Kabupaten Pati Pertanyakan Respons Perusahaan dan Instansi Terkait..?!
https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg
Rekomendasi untuk kamu

MERANGIN, GLOBALNET.ASIA — Penanganan perkara dugaan pengeroyokan terhadap Riski bin Sumarno di Kabupaten Merangin, Jambi,…

PATI – Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra segera menetapkan status tanggap darurat kekeringan menyusul…

PATI – Satlantas Polresta Pati menggelar bakti kesehatan berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis…

PATI – Tim SAR Satpolairud Polresta Pati kembali melakukan pencarian terhadap Haryanto (46), nelayan asal…

KUTOARJO — Suasana penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Diskusi Penguatan Forum Anak LPKA Kelas I Kutoarjo…









