
PATI – Tim SAR Satpolairud Polresta Pati kembali melakukan pencarian terhadap Haryanto (46), nelayan asal Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, yang hilang setelah tenggelam di perairan Pecangaan, Kabupaten Pati. Pencarian memasuki hari kedua, Kamis (17/9/2026).
Pencarian dilakukan sejak pukul 09.30 hingga 15.00 WIB. Petugas menyisir perairan mulai dari muara Juwana hingga perairan Margotuwu, Kecamatan Tayu, dengan menggunakan kapal untuk memperluas area pencarian.
Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan, pencarian dilakukan berdasarkan analisis arah arus laut. Tim menduga korban terbawa arus dari arah timur menuju barat yang dipengaruhi kondisi musim timur.
“Pada hari kedua ini kami kembali melakukan penyisiran dari muara Juwana sampai perairan Margotuwu, Tayu. Area pencarian diperluas berdasarkan analisis arah arus yang kemungkinan membawa korban ke arah barat,” kata Kompol Hendrik.
Dalam pencarian tersebut, Satpolairud Polresta Pati mengerahkan personel yang dipimpin Aiptu M. Anindyas Sekti. Tim juga melibatkan kru kapal, personel Satpolairud, personel Ditpolairud Polda Jateng serta relawan SAR Arnavat Satpolairud Polresta Pati.
Kompol Hendrik menjelaskan, proses pencarian juga dilakukan bersama Basarnas Rembang. Namun, masing-masing tim berpencar untuk menyisir wilayah pencarian yang berbeda sehingga cakupan area dapat diperluas.
“Kami juga bergerak bersama Basarnas Rembang, tetapi dalam pelaksanaannya kami berpencar untuk melakukan penyisiran di titik-titik yang berbeda. Ini agar proses pencarian dapat mencakup wilayah yang lebih luas,” ujarnya.
Selain penyisiran menggunakan kapal, tim SAR juga terus berkoordinasi dengan potensi SAR, instansi terkait dan masyarakat nelayan setempat. Informasi dari para nelayan menjadi bagian penting dalam menentukan titik pencarian berikutnya.
Haryanto sebelumnya dilaporkan tenggelam bersama rekannya, Moin (60), saat mencari ikan jenis dero pada Rabu (16/9/2026). Peristiwa terjadi ketika Moin menebarkan jaring dan kakinya diduga tersangkut jaring hingga tercebur ke laut.
“Haryanto kemudian berusaha menolong Moin. Namun keduanya terbawa arus dan tenggelam. Moin berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Haryanto sampai hari kedua ini masih belum ditemukan,” jelas Kompol Hendrik.
Kompol Hendrik menegaskan, operasi SAR akan terus dilakukan sesuai SOP dengan evaluasi secara berkala terhadap hasil pencarian dan kondisi perairan. Tim akan mengoptimalkan pencarian hingga tujuh hari ke depan sesuai prosedur operasi SAR.
“Kami akan terus berupaya mencari korban sesuai SOP. Operasi SAR akan kami optimalkan selama tujuh hari ke depan dengan terus mengevaluasi perkembangan di lapangan, kondisi arus, cuaca, serta informasi dari masyarakat dan nelayan,” tegasnya.
Satpolairud Polresta Pati mengimbau para nelayan agar mengutamakan keselamatan ketika melaut, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memperhatikan kondisi cuaca dan perairan. Masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban dapat segera melapor kepada petugas atau menghubungi Call Center Polri 110.
(Humas Resta Pati)














