https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

Polresta Pati Bekali 101 Siswa SMK Negeri 2 Rembang Sebelum PKL Delapan Bulan di Kapal Perikanan

https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

PATI – Satpolairud Polresta Pati memberikan pembekalan kepada 101 siswa Program Keahlian Teknik Kapal Penangkap Ikan (TKPI) SMK Negeri 2 Rembang yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di kapal perikanan selama kurang lebih delapan bulan. Kegiatan berlangsung di Aula Danantya Virendra Satpolairud Polresta Pati, Juwana, Rabu (5/8/2026).

Pembekalan dibuka langsung oleh Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, S.H., M.M., dan dihadiri Kepala UPP Kelas III Juwana Agus Monang Leonard, ST., M.MTr., Wakasat Polairud AKP Budi Santoso, S.T., M.H., jajaran personel Satpolairud, Kepala SMK Negeri 2 Rembang Drs. Gatot Raharjo, para guru, serta perwakilan nahkoda kapal perikanan.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan keselamatan, kedisiplinan, hingga etika selama bekerja di atas kapal. Materi disampaikan oleh personel Satpolairud Polresta Pati, UPP Kelas III Juwana, serta para nahkoda kapal perikanan yang telah berpengalaman.

Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan pembekalan ini merupakan bagian penting dalam mempersiapkan para siswa sebelum terjun langsung ke dunia kerja di kapal perikanan. Menurutnya, kompetensi teknis harus diimbangi dengan pemahaman keselamatan kerja serta kedisiplinan.

“Pembekalan ini bertujuan agar para siswa memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan mental yang baik sebelum menjalani praktik kerja di atas kapal. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pelayaran,” ujar Kompol Hendrik.

Selain materi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), peserta juga menerima pembelajaran tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) di kapal perikanan, tanggung jawab awak kapal, pencegahan tubrukan di laut, hingga praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Para siswa juga dikenalkan titik-titik rawan bahaya (hazard spot) di atas kapal agar mampu mengantisipasi potensi kecelakaan kerja.

Kompol Hendrik menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk sumber daya manusia sektor perikanan yang profesional, disiplin, dan memiliki budaya keselamatan kerja yang tinggi. Bekal tersebut akan menjadi modal penting bagi siswa selama menjalani PKL di kapal perikanan.

“Kami berharap seluruh siswa menjaga nama baik sekolah, mematuhi aturan di atas kapal, menjaga kesehatan, serta menjadikan pengalaman PKL sebagai sarana meningkatkan kompetensi. Dengan demikian, mereka siap menjadi tenaga kerja maritim yang berkualitas dan berdaya saing,” pungkasnya.

Kegiatan pembekalan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Sebanyak 101 siswa dijadwalkan menjalani praktik kerja di kapal perikanan selama sekitar delapan bulan sebagai bagian dari syarat kelulusan dan peningkatan kompetensi di bidang teknik kapal penangkap ikan.

(Humas Resta Pati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *