Sragen, 21 April 2026 — Kantor Pertanahan Kabupaten Sragen turut ambil bagian dalam kegiatan penerimaan kunjungan lapangan dalam rangka Asesmen Kelembagaan Pajak Daerah yang diselenggarakan di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Sragen. Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, baik dari tingkat nasional maupun internasional, dalam upaya memperkuat tata kelola perpajakan daerah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kunjungan ini dihadiri oleh tim dari Bank Dunia, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Kehadiran berbagai institusi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong optimalisasi pendapatan daerah melalui penguatan kelembagaan dan sistem administrasi yang terintegrasi.
Dalam kegiatan ini, berbagai aspek strategis dibahas secara komprehensif, mulai dari penguatan kapasitas kelembagaan pajak daerah, peningkatan kualitas administrasi perpajakan, hingga pentingnya integrasi data dan sistem informasi antarinstansi. Sinergi antara sektor pertanahan dan perpajakan menjadi salah satu fokus utama, mengingat data pertanahan memiliki peran vital dalam mendukung akurasi dan optimalisasi penerimaan pajak daerah, khususnya yang berkaitan dengan objek pajak berbasis tanah dan bangunan.
Partisipasi Kantor Pertanahan Kabupaten Sragen dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen dalam mendukung penguatan tata kelola pemerintahan yang modern dan transparan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat tercipta sistem yang lebih terintegrasi, di mana pertukaran data antarinstansi berjalan lebih efektif, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung kebijakan fiskal daerah yang lebih tepat sasaran.
Kegiatan asesmen ini juga menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi eksisting serta mengidentifikasi peluang perbaikan yang dapat dilakukan ke depan. Dengan adanya masukan dari berbagai pihak, termasuk lembaga internasional seperti Bank Dunia, diharapkan Kabupaten Sragen dapat terus berinovasi dalam mengembangkan sistem perpajakan daerah yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Lebih jauh, kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Integrasi data yang kuat akan meminimalisir potensi ketidaksesuaian informasi, meningkatkan efisiensi proses administrasi, serta memperkuat pengawasan dalam pengelolaan pajak daerah.
Melalui kegiatan ini, seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Kabupaten Sragen diharapkan mampu menjadi contoh dalam implementasi pengelolaan pajak daerah yang modern, berbasis data, dan terintegrasi.
Dengan semangat kolaborasi dan sinergi yang terus dibangun, kegiatan asesmen ini menjadi langkah penting menuju terwujudnya sistem pemerintahan yang lebih efektif dan terpercaya. Pada akhirnya, upaya ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga untuk mendorong kesejahteraan masyarakat serta kemajuan daerah secara menyeluruh.














