Kampar, Riau – 10 November 2025
Hubungan antara Kades Kota Tibun dengan Akpersi sangat lah tidak baik, di saat kami datang silaturahmi ke Desa Tibun tidak ada dihargai, kami dari awak media sangat kecewa terhadap prilaku seorang kades Koto Tibun yang tidak menghargai Akpersi Asosiasi keluarga pers Indonesia DPC Kabupaten Kampar ini.
Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Kampar, dikabarkan tengah memanas, kepala desa Koto Tibun menunjukkan sikap “alergi” terhadap keberadaan dan aktivitas organisasi pers tersebut.
Beberapa anggota AKPERSI DPC kabupaten Kampar menyebut, prilaku seorang pimpinan di Desa koto Tibun kerap mengabaikan komunikasi dan koordinasi yang dilakukan oleh pihak asosiasi, terutama terkait kegiatan sosial dan publikasi yang melibatkan pemerintah . Hal ini menimbulkan kesan bahwa pihak kantor desa Koto Tibun tidak menghargai kedatangan Akpersi di desa nya, tidak bersahabat dengan insan pers di wilayahnya.
Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Kampar, Nita Elisa, menyampaikan bahwa pihaknya hanya menjalankan fungsi sosial dan kemitraan dengan pemerintah daerah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers. “Kami tidak mencari masalah. Kami hanya ingin bersinergi demi kemajuan daerah, lucunya pak Kades Desa Koto Tibun waktu ketua DPC konfirmasi ke whatsapp pribadi nya, beliau tidak ada respon sedikit,
tlp lewat whapsap berulang kali,selalu tidak di angkat. Tapi kalau pejabat publik bersikap seolah alergi dengan organisasi pers, tentu ini memprihatinkan,” ujarnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan,
AKPERSI sendiri merupakan wadah bagi para jurnalis dan keluarga besar insan pers yang berperan aktif dalam kegiatan sosial, edukatif, dan kemitraan dengan pemerintahan.
Jurnalis
Ketua Akpersi kabupaten Kampar
Nita erlisa














