https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

Banggakan Madrasah, Tim Riset MTsN 1 Pati Borong Medali di Ajang Internasional WASISC 2026

https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

Pati – Dua tim riset MTsN 1 Pati berhasil memboyong medali emas dan medali perak Pada ajang bergengsi tingkat internasional, World Agriculture, Strategic Studies, and Innovation Science Competition (WASISC). WASISC diselenggarakan oleh IYSA berkolaborasi dengan SMA Taruna Nusantara Malang, Jawa Timur, Indonesia pada 23 hingga 26 Oktober 2026.

Menariknya, selain medali emas tim riset yang digawangi oleh Hilde Azkya Syahvine, Inaya Latifatin Izza, Himada Jibril Juan Javas T. B., Fahreza Aryasatya Raditya, Cakra Dhiya`Ulhaq, dan Deo Zikri Pradipta Hady, di bawah bimbingan Khaerul Umam, turut menyabet special award dari Malaysia Innovation, Invention and Creativity Association (MIICA). Mengusung kategori Life Science, mereka menghadirkan inovasi bertajuk ZYGYDERM: Optimization of a Water Apple Leaf Extract- (Syzygium Semarangense Var. Lumut) as Ointment for Accelerating in Vivo Skin Wound Healing.

“Kami terinspirasi dari potensi tanaman yang ada di salah satu wilayah di Kabupaten Pati, tepatnya Kayen yaitu daun jambu semarang varietas lumut. Kami melihat daun ini memiliki potensi untuk dikembangkan karena kandungan senyawa fitokimianya yang bisa membantu proses penyembuhan luka. Dari situlah kami mulai melakukan penelitian dan mengembangkannya menjadi ZYGYDERM, yaitu salep ekstrak daun jambu semarang varietas lumut untuk membantu mempercepat penyembuhan luka,” jelas Hilde mewakili timnya.

Hilde mengungkapkan bahwa ke depannya penelitian salep ZYGYDERM diharapkan dapat dikembangkan melalui evaluasi dan pengujian mendalam agar aman serta bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia juga berpesan kepada seluruh siswa MTsN 1 Pati agar tidak ragu mengembangkan ide sederhana dari lingkungan sekitar, serta terus belajar dan berprestasi untuk mengharumkan nama madrasah.

“Ke depannya kami berharap ZYGYDERM bisa diuji lebih mendalam demi keamanan dan manfaatnya bagi masyarakat. Untuk teman-teman, jangan takut mencoba hal baru karena ide sederhana bisa menjadi sesuatu yang besar. Teruslah berproses dan semoga pencapaian ini membuat kita lebih semangat untuk terus belajar dan berprestasi,” ungkapnya.

Di sisi lain, medali perak berhasil diraih oleh tim riset MTsN 1 Pati yang diketuai oleh Nazhira Atiqa Zahrani bersama guru pembimbing Farah Ayu Afdhila S. Tim yang beranggotakan Adlina Silmi Alya Wardani, Shabira Milan Princessa Syam, A. Abyan Haidar Zainal, Kayla Anindita, Faradheanggy Cahayu Ning Trisha ini mengajukan karya kategori Social Science yang berjudul Golden Traces of Pantura: Exploring The Potential of Spice Road and Maritime Heritage for Community Economic Empowerment in Pati Regency.

Atas raihan bergengsi ini, Kepala MTsN 1 Pati, Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi dan kerja keras murid serta guru pembimbing. Ia menegaskan bahwa murid madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing dan berinovasi di bidang sains dan penelitian tingkat dunia.

“Kami sangat bersyukur sekaligus bangga atas pencapaian luar biasa anak-anak. Raihan dua medali dan special award ini semakin mempertegas kualitas riset anak-anak kami di kancah internasional,” ujarnya.

Wahyu berharap, keberhasilan ini dapat memotivasi seluruh murid madrasah untuk terus berani bermimpi besar dan mengukir karya di tingkat global.

“Selamat untuk para pemenang dan tim pembimbing riset. Mudah-mudahan prestasi ini terus menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga madrasah agar tidak lelah berinovasi,” pungkasnya.

(humasmtsn_1pati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *