Lumajang – Globalnet.Asia
Hari ini Silahturahmi ke rumah Hasan, sekaligus tempat bisnisnya yang melakukan kegiatan limbah batok kelapa menjadi barang berkualitas,kerajinan unik, klasik yang bermanfaat untuk masyarakat desa Gucialit khususnya.
Jumat, 21 Mare 2025 dikediaman Hasan adalah pemuda yang melihat dan merasakan takkala pendapatan tidak menentu,tuntutan kebutuhan selalu meningkat.
Berlatar belakang hobi dari kesenangan akan dunia seni sejak masih anak hingga remaja, Hasan sudah terbiasa dengan melihat seni lukis, ukir/pahat, anyaman dll.
Hasan sendiri sudah lama belajar melukis dan aktif dikeahlian ukir kayu d Bali, dari pengalaman2 yang sudah dialami berharap suatu saat akan mewujudkan impian tidak sekedar bekerja dan mengabdi kepada orang lain tapi bisa mandiri.

Singkat cerita melihat orang tua(ibu) yang sudah tua dan perlu perhatian anak, Hasan melepaskan pekerjaan dan pulang kampung di desa Gucialit Lumajang.
Sambil mencari ide2 apa yang harus dilakukan didesa, dia mencoba menggunakan pengalaman , beberapa hal dilakukan (anyaman bambu, aseksoris dari batok kelapa), tetapi kurang dirasa laku dipasaran, munculah ide limbah batok kelapa ingin dijadikan bahan bakar ( briket ), Hasanpun mencari tahu diyutub, tentang proses pembuatan limbah batok kelapa menjadi briket.
Merasa kurang bisa menemukan detail proses dan seringnya gagal dalam ujicoba, Hasan akhirnya bertanya ke temannya dan hasilnya bisa sempurna dan tahap demi tahap menjadi harapan serta menghasilkan briket standar berkualitas, cerita Hasan
Dua tahun berjalan, produk briket sudah bisa melakukan ekspor kebeberapa kolega dari luar negeri seperti Jepang, Jerman.
Dalam kegiatan ini Hasan mampu membantu tetangga/ masyarakat sebagai peluang kerja, saat ini sudah 27 tenaga kerja yang terbantu.
Briket Hasan juga sudah familiar dilingkup kabupaten Lumajan bahkan sudah melakukan pesanan keluar kabupaten ( jember, probolinggo(tengger),banyuwangi, bali dll.
Hal paling saya rasakan ketika memulai belajar, tetangga mengangap “opo ae diulah arek iku, ga ono penggawean” ( apa saja yang dilakukan anak itu(hasan), seperti tidak ada pekerjaan).
Sindiran dan cemohan tetangga, tidak menjadikan lemah semangat, justru ingin membuktikan bahwa apa yang dilakukan belum pernah ada , baik dilingkup kecamatan atau kabupaten.
Akhirnya Hasan sosok yang memang pendiam, santun dan selalu ramah kepada orang lain, tetap menjalankan kehidupan dengan karakter tetap sederhana dan selalu berbagi kepada orang lain tanpa pamrih serta selalu bersyukur atas hidayah Tuhan / Alloh Subhanahuwata’ala, pungkasnya
(ROEB_GNA)














