PATI, GLOBALNET.ASIA – Selasa (3/11/2026). Pekerjaan rehabilitasi jalan penghubung Mintomulyo–Margomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, meskipun pekerjaan rehabilitasi tersebut telah tercantum pada papan informasi proyek, kondisi jalan di wilayah Margomulyo masih ditemukan banyak lubang.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi jalan yang berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.
Saat dikonfirmasi mengenai kondisi jalan yang masih banyak berlubang, Kepala DPUTR Kabupaten Pati memberikan tanggapan singkat.
“. Sekedap saya cekke mas ,” ucap Kepala DPUTR Kabupaten Pati saat dikonfirmasi lewat whatshap.
Sementara itu, sejumlah warga mengaku khawatir dengan kondisi jalan tersebut, terlebih beberapa titik jalan berada tepat di pinggiran sungai. Warga menilai kondisi tersebut perlu segera mendapatkan perhatian, apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan.
Menurut warga, lubang-lubang jalan yang tergenang air hujan dapat membahayakan pengguna jalan karena kedalaman lubang tidak terlihat secara jelas. Pengendara sepeda motor menjadi salah satu pihak yang paling dikhawatirkan terdampak.
“Kami takut kalau nanti hujan deras dan jalan tergenang air. Lubang-lubang itu tidak kelihatan, sehingga pengendara motor bisa terperosok. Apalagi lokasinya ada yang berada di pinggiran sungai,” tutur salah seorang warga.
Warga juga mempertanyakan pekerjaan yang tercantum pada papan informasi proyek rehabilitasi jalan Mintomulyo sampai Margomulyo, sementara kenyataan di lapangan masih terdapat sejumlah titik jalan yang berlubang.
“Kalau memang pekerjaan rehabilitasi jalan itu mencakup Mintomulyo sampai Margomulyo, kenapa jalan di wilayah Margomulyo masih banyak yang berlubang? Kami berharap pihak terkait turun langsung dan melihat kondisi sebenarnya,” ungkap warga.
Masyarakat meminta DPUTR Kabupaten Pati tidak hanya mengandalkan laporan administrasi, tetapi juga melakukan pengecekan langsung terhadap hasil pekerjaan di lapangan. Jika masih terdapat bagian jalan yang belum tertangani, warga berharap segera dilakukan perbaikan.
Selain itu, masyarakat berharap pemerintah memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan perencanaan, volume pekerjaan, serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Kini warga menantikan penjelasan dan langkah konkret dari DPUTR Kabupaten Pati. Jangan sampai kerusakan jalan yang belum tertangani justru menjadi ancaman keselamatan pengguna jalan, terutama ketika curah hujan semakin meningkat.
( Red)














