https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

Viral di TikTok KAAP! Jalan Penghubung Sukoharjo–Metaraman Rusak Parah, Warga Mengaku Dua Tahun Belum Ada Perbaikan

https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

PATI – Kondisi jalan penghubung Dukuh Gambiran, Desa Sukoharjo, kecamatan margorejo kabupaten Pati menuju Metaraman hingga Langse menjadi sorotan setelah unggahan TikTok KAAP menyoroti kerusakan jalan yang dinilai semakin memprihatinkan. Warga berharap pengaduan tersebut dapat menjadi perhatian serius pemerintah agar segera dilakukan penanganan.

Dalam unggahan tersebut, Marga menyampaikan bahwa kerusakan jalan itu telah berlangsung kurang lebih dua tahun, tetapi hingga kini menurut keterangannya belum ada perbaikan yang dirasakan warga.

“Jalan ini sudah sekitar dua tahun rusak dan belum ada perbaikan. Dulu, waktu zamannya Pak Dewo, kami sudah menyampaikan laporan, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata yang kami rasakan,” ucap warga.

Ia menjelaskan, kondisi jalan dipenuhi batu-batu berukuran besar yang menyulitkan pengguna jalan saat melintas. Kerusakan tersebut dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang harus berhati-hati ketika melewati jalur tersebut.

“Batu-batunya besar-besar sekali. Pengendara yang lewat juga ada yang sampai jatuh. Kami khawatir kalau nanti musim hujan tiba, kondisinya akan semakin parah karena jalan penuh air dan lubang sulit terlihat,” paparnya.

Jalan tersebut merupakan salah satu akses penghubung bagi masyarakat, khususnya warga Dukuh Gambiran, Desa Sukoharjo, yang hendak menuju Metaraman hingga Langse. Kondisi jalan yang rusak dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas warga dan kelancaran transportasi.

Warga berharap unggahan dan pengaduan yang disampaikan melalui media sosial TikTok KAAP tidak hanya menjadi perbincangan, tetapi juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah serta instansi terkait yang berwenang menangani infrastruktur jalan.

Masyarakat meminta agar kondisi jalan tersebut segera ditinjau langsung, sehingga tingkat kerusakan dapat diketahui dan langkah perbaikan bisa direncanakan sesuai kewenangan serta prioritas pembangunan.

“Kami berharap pengaduan ini benar-benar ditindaklanjuti oleh pemerintah. Jangan sampai menunggu ada korban lagi baru dilakukan perbaikan. Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.

( Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *