SEMARANG, 14 September 2026 — Kantor Pertanahan Kabupaten Sragen mengikuti kegiatan Sosialisasi Transformasi Pelayanan Pertanahan (Batch II) yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Tengah pada Senin, 14 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan pelaksanaan transformasi pelayanan pertanahan Batch II di lingkungan Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sentosa Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah tersebut diikuti oleh jajaran pejabat pengawas dan administrator dari Kantor Pertanahan. Sosialisasi menjadi forum untuk menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan arah, mekanisme, serta kesiapan dalam pelaksanaan transformasi pelayanan pertanahan.
Transformasi pelayanan pertanahan merupakan bagian dari upaya Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dalam melakukan penguatan organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Transformasi tidak hanya berkaitan dengan perubahan pada mekanisme pelayanan, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola, pembagian tugas, koordinasi, serta pola kerja agar pelayanan dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan responsif.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, jajaran Kantor Pertanahan memperoleh pemahaman yang lebih selaras mengenai pelaksanaan Transformasi Pelayanan Pertanahan Batch II. Keselarasan pemahaman menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan setiap unsur organisasi dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara tepat sesuai dengan arah transformasi yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaannya, transformasi pelayanan membutuhkan kesiapan dari seluruh jajaran, baik pada aspek organisasi maupun sumber daya manusia. Perubahan pola kerja perlu diikuti dengan kemampuan untuk beradaptasi, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap tahapan pelayanan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku.
Sosialisasi juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah dengan Kantor Pertanahan dalam mempersiapkan implementasi transformasi. Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai kebutuhan serta aspek yang perlu dipersiapkan dapat diidentifikasi sejak awal sehingga pelaksanaan transformasi dapat berjalan secara terarah.
Bagi Kantor Pertanahan Kabupaten Sragen, transformasi pelayanan pertanahan menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan layanan. Perubahan yang dilakukan diharapkan mampu mendukung terciptanya proses kerja yang semakin efektif, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kesiapan dalam menghadapi transformasi juga sejalan dengan berbagai upaya Kantah Sragen dalam melakukan penguatan pelayanan dan tata kelola organisasi. Dengan mengedepankan koordinasi, profesionalisme, integritas, serta akuntabilitas, setiap jajaran diharapkan mampu beradaptasi terhadap perubahan dan memberikan kontribusi dalam mewujudkan pelayanan pertanahan yang semakin berkualitas.
Transformasi pelayanan pada akhirnya diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat. Pelayanan yang mudah dipahami, proses yang semakin efektif, informasi yang transparan, serta dukungan sumber daya manusia yang profesional menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan pertanahan.
Melalui keikutsertaan dalam Sosialisasi Transformasi Pelayanan Pertanahan Batch II, Kantor Pertanahan Kabupaten Sragen menegaskan kesiapan untuk mendukung kebijakan transformasi yang dilaksanakan oleh Kementerian ATR/BPN. Seluruh jajaran terus didorong untuk memahami perubahan, menjalankan peran secara optimal, serta menjaga kualitas pelayanan dalam setiap proses pelaksanaan tugas.
Kantor Pertanahan Kabupaten Sragen berkomitmen untuk terus mendukung transformasi pelayanan pertanahan melalui penguatan organisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perbaikan tata kelola pelayanan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan pertanahan yang mudah, cepat, transparan, profesional, dan akuntabel, sekaligus mewujudkan pelayanan prima yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.














