https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

Harga Sembako di Pasar Pati Melonjak Drastis, Warga dan Pelaku Usaha Kecil Mengeluh

https://globalnet.asia/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250825-WA0048-6.jpg

PATI, GLOBALNET.ASIA – Lonjakan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar-pasar wilayah Kabupaten Pati dan Kota Pati dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan masyarakat. Sejumlah komoditas, seperti ayam, daging, beras, dan kebutuhan pangan lainnya, disebut mengalami kenaikan harga yang cukup tajam sehingga semakin membebani pengeluaran rumah tangga.

 

Kenaikan harga tersebut membuat masyarakat harus berpikir lebih keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah kondisi ekonomi yang dirasakan semakin sulit, masyarakat berharap harga bahan pokok dapat kembali stabil dan terjangkau.

 

Keluhan juga datang dari kalangan pelaku usaha kecil dan wiraswasta, khususnya mereka yang bergerak di bidang kuliner dan menerima pesanan makanan. Kenaikan harga bahan baku membuat biaya produksi meningkat, sementara mereka harus tetap menyesuaikan harga agar pelanggan tidak merasa keberatan.

 

Salah seorang warga yang juga bekerja sebagai wiraswasta mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi harga kebutuhan pokok yang terus meningkat. Menurutnya, beberapa bulan terakhir mencari penghasilan bukanlah perkara mudah. Kondisi cuaca panas yang dirasakan belakangan ini juga dinilai turut memengaruhi aktivitas dan kesehatan masyarakat.

 

“Sekarang ini mencari uang sangat sulit. Sudah beberapa bulan kondisi usaha terasa berat, tetapi harga kebutuhan pokok justru naik. Ayam, daging, beras, dan bahan lainnya semakin mahal. Sebagai masyarakat kecil, kami tentu merasa kecewa karena kebutuhan sehari-hari semakin sulit dipenuhi,” paparnya.

 

Ia menambahkan, kenaikan harga bahan pokok sangat dirasakan ketika menerima pesanan nasi atau makanan untuk pelanggan. Sebagai pelaku usaha, dirinya harus menghitung kembali biaya belanja bahan baku agar pesanan tetap dapat dikerjakan tanpa mengalami kerugian.

 

“Kadang ketika ada pesanan nasi, kami bingung menghitung modalnya. Harga bahan-bahan naik, tetapi kalau harga jual ikut dinaikkan terlalu tinggi, kami khawatir pelanggan keberatan. Kalau tidak dinaikkan, keuntungan semakin tipis, bahkan bisa tidak sebanding dengan tenaga dan biaya yang dikeluarkan,” lanjutnya.

 

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait. Pemantauan harga di pasar perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui penyebab kenaikan serta memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga.

 

Masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil langkah nyata untuk menjaga kestabilan harga, memperlancar distribusi bahan pokok, serta mengawasi kemungkinan adanya praktik perdagangan yang merugikan konsumen.

 

“Harapan kami, harga sembako bisa kembali stabil dan terjangkau. Kami hanya ingin bekerja dengan tenang, usaha tetap berjalan, dan kebutuhan keluarga bisa tercukupi. Jangan sampai masyarakat kecil semakin kesulitan hanya untuk membeli kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

( Red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *